
Ingin tahu tentang Minahasa itu?
Boleh, tapi sedikit saja ya, karena Minahasa itu plural
Tak mungkin kita bicara Minahasa hanya sebegini
Tak mungkin kita bicara kebesaran Minahasa dalam kekecilan ruang dan waktu
……
Ingin tahu tentang Minahasa?
Minahasa lebih dari sekedar waruga, maengket, cakalele dan kolintang
Minahasa bukan hanya pluralisme
Minahasa memang ada di antara ruang dan waktu, tapi sebenarnya dia mengatasi itu
Minahasa, oh Minahasa?
Kau bukan hanya nama
Kau, Minahasa adalah orang, tanah dan adat.
Kau, Minahasa bahkan adalah nilai dan semangat
Kau, Minahasa adalah kedaulatan atas diri dan eksistensi
Tapi, lihat Minahasa itu…
Minahasa ku, Minahasa mu, Minahasa kita, kini tak lagi demokratis karena beban politik kekuasaan elitnya
Minahasa kita itu, tak lagi elgaliter karena kekejaman pasar yang membagi tou-nya menjadi produsen dan konsumen
Minahasa kita itu tak lagi patriotik dan heroik seperti para waraney di perang Tondano dan Merah Putih 14 Februari 1946 karena pragmatisme jabatan dan kekuasaan
Minahasa kita itu mulai tak lagi ke-Minahasa-an karena tou-nya mulai lupa dengan amanat watu pinawetengan
Pokoknya Minahasa kita itu telah menjadi kegelisahan dalam melawan kegilaan zaman
Ah, bicara tentang Minahasa sama dengan bicara tentang diri yang perlahan tapi pasti akan jatuh terjerambab dalam lumpur kegelapan peradaban
Apakah aku terlalu pesimis dengan nasib ini?
Tak tahulah, yang jelas itulah pikiran ku tentang Minahasaku, Minahasamu, Minahasa kita.
Tomohon 19 Februari 2007
==============================
Tinoransak dan KFC
(sebuah dialog)
Pernah jalan-jalan ke Manado?
Siapa yang tidak?
Apa yang kau lihat?
Banyak. Ada reklamasinya. Ada mall-mallnya yang menjulang tinggi ke angkasa. Ada PKL yang dikejar-kejar Pol-PP. Ada sampah di mana-mana. Ada patung Samratulangi yang dilalui begitu saja.
Oh begitu ya. Apa yang kau sebut terakhir itu?
Ah, ngana ini, nda simak dang? Aku bilang ada KFC yang banyak pengunjungnya dan tinoransak yang banyak pembelinya tapi sedikit labanya.
Jadi kamu ini bicara juga soal makannya?
Tidak juga. KFC dan Tinoransak, sebenarnya adalah Keminahasaan versus Liberalisme Pasar. Orang Minahasa harus menjadi tibo di tengah pergulatan pasar global yang menghisap.
Orang Minahasa adalah calon korban kekejaman pasar.
Orang Minahasa, kalau begini terus akan menjadi konsumen yang gagal bukan produsen yang berhasil.
Aku paham dengan itu. Tapi bukankah itu konsekuensi dari globalisasi, yang katanya, Tanah dan orang Minahasa harus siap masuk ke wilayah itu? Orang Minahasa tak bisa menghindar dari itu.
Ya, benar, aku setuju! Tapi, yang kamu lihat, apakah kita sudah siap untuk itu?
Persoalannya bukan siap atau tidak, tapi pertanyaanku kenapa kita harus tersentak dengan itu? Kalau bicara kesiapan, bukankah kita punya ladang, sawah dan kegigihan bekerja?
Nah, ini sebenarnya akar persoalan kita, Tou Minahasa. Semua ini terjadi karena kita menjadi orang yang lupa pada sejarah, lupa pada pemikiran, dan lupa pada perjuangan pendahulu. Itulah identitas kita. Coba kalau kita belajar dari masa lalu, pasti masa kini kita tak seperti ini untuk masa depan yang…
Yang apa? Yang sejahtera?
Tunggu, aku belum selesai. Maksudnya, ya, yang semua manusia cita-citakan. Sejahtera, adil, makmur, selamat dan lain-lain.
Oh, karu. Angko pe cita-cita mulia sekali. Aku juga begitu. Tapi kadang aku menjadi lelah ketika bicara itu. Keadilanlah, kemakmuranlah, keselamatanlah…Ah, lelah aku. Aku cuma punya satu ide, untuk cita-citamu itu, yang sebenarnya juga cita-citaku, juga cita-cita Tou dan Tanah Adat Minahasa
Apa itu?
Berdirilah tegak dan berdaulatlah atas diri dan tanah ini. Kita manusia merdeka!!!
Ohoi!!! I Yayat U Santi tamang!!!
Ah, ngana kira ini perang?
Oh, iyo! Ini memang perang tamang! Siap berperang???
Ck..ckk….
Tomohon, 19 Februari 2007
==============================
Guru Sejarah itu
Guru itu seorang perempuan
Ia mengajar Sejarah Indonesia
Aku dengar ia sarjana
Sudah 15 tahun ia mengajar
Ia mengajari muridnya
Tentang Sejarah Indonesia
Asal dan arti namanya
Perjuangannya, dan kemerdekaanya
Murid bertanya,
“Bu Guru, Mana sejarah tanahku Minahasa”
Katanya,
“Di kurikulum cuma ada sejarah Indonesia”
Murid bingung, “Indonesia?”
==============================
Aku Belum Mati
Aku masih merangkak
Belum tegak jalanku
Tubuhku di antara berdiri dan merayap
Tapi aku harus bisa dalam apa adanya
Jalan ku masih panjang
Belum selesai setelah ini
Belum tamat setelah itu
Belum mati setelah ini dan itu
Belum selesai perjalananku
Aku masih dalam perjuangan
Semangatku belum padam
Cita dan cintaku masih belum hilang
Aku masih ada dan berada
Setelah kau menganggapku tiada
Aku masih di sini
Setelah kau meninggalkanku
Aku masih akan berbuat
Setelah semuanya menjadi sulit
Aku masih akan bicara
Setelah semuanya bungkam
Aku masih ada di sini
Ketika Ia masih ingin aku ada
Aku masih akan berteriak
Ketika Ia masih memberi aku suara
Aku masih akan melawan
Pun ketika aku lemah
Aku masih akan menulis syair
Pun ketika bahasa menjadi bisu
Aku belum selesai
Aku belum berakhir
Aku belum tamat
Aku belum mati….
==============================
Kerinduan
Dalam ingatanku yang samar
Engkau adalah cantik sekaligus tampan
Engkau lembut sekaligus keras
Engkau adalah rahimku
Ketika aku jauh darimu
Baru aku merindukanmu
Ketika aku jatuh terpuruk
Baru aku mengingatmu
Aku jadi sangat rindu
Pada kehangatan cintamu
Aku jadi sangat cinta
Pada pesona tubuhmu
Aku rindu kamu
Aku cinta kamu
Aku ingin pulang
Ke tanahku minahasa…
Catatan: samua puisi ini kita da tulis waktu kita masih karja di Radio Suara Minahasa, sekitar tahun 2007-2008.
0 komentar:
Posting Komentar